Ma-te-ri-a-lis-tik

By Hujanderas

BBM udah naik dan itu adalah fakta yg tak terelakkan. mau gak mau untuk kesekian kalinya lg kita dipaksa utk ‘memangkas’ pengeluaran kita utk bisa survive dari keterhimpitan ekonomi yg mulai meluas dikalangan masyarakat akhir2 ini.

emang ini adalah langkah ‘terbaik’ dr pemerintah utk menanggulangi krisis ekonomi bgs kita sejak thn 1998 lalu. cmn sempet saya sayangkan kenapa solusi ‘potong gaji pegawai pemeritah’ spt yg terjadi di malaysia tidak pernah terpikirkan oleh mereka.

apa sih dampaknya?

kondisi sosial masyarakat semakin kacau. sikap ‘bersikeras’ pemerintah akhirnya dibalas dengan sikap ‘bersikeras’ yg sama oleh oknum-oknum dan organisasi-organisasi yg mengatas-namakan rakyat utk menentang kenaikan BBM tersebut. akhirnya…banyak demo terjadi dimana-mana… yg berujung pada kerusuhan massal dimana byk korban jiwa berjatuhan…

kalo saya boleh bilang ini adalah efek awal ato efek jangka pendek. krn dengan situasi dimana kita dituntut utk berhemat dan dipaksa mencari kebutuhan hidup dengan modal seadanya secara perlahan tp pasti kita diajak utk mengikuti gaya hidup materialistis…inilah efek jangka panjangnya.

masyarakat lambat laun akan sadar bahwa uang itu penting ato bahkan uang adalah segalanya. para kaum pekerja akan berlomba-lomba mencari pekerjaan dengan gaiji tertinggi. mereka akan berusaha sekuat tenaga ato bahkan selicik mungkin utk bisa mendapatkan uang lebih ato fasilitas tambahan utk memenuhi gaya hidup mereka. org tua akan mulai menjodohkan anak-anaknya dengan org2 kaya, krn menurut mereka itu adalah solusi cepat utk bisa hidup makmur. org-org akan berpikir dua kali ato tiga kali bahkan empat kali utk memberi sedekah pada pengemis dan gelandangan. para pengamen udah tidak laku lg. cewek-cewek matre makin byk berkeliaran di mall-mall dan plaza-plaza.

hingga akhirnya budaya plg berharga dr bgs kita, yaitu TEPO SELIRO makin lama makin terkikis oleh keinginan mendasar manusia, yaitu bertahan hidup. entah macam apa hidup yg dijalaninya, krn mereka akan mempertahankan itu. mereka menolak utk dialihkan ke kehidupan lain yg dmn mereka blm terbiasa. scr naluri kita akan mencoba utk mempertahankan kehidupan kita yg menurut kita itu udah fit dan pas utk kita.

so in the end…??

mau jadi apa bgs kita ke depannya nanti…

yg jelas saya gak mau beberapa ratus kemudian di Wikipedia ada tertulis sejarah tentang bgs di asia tenggara yg berjudul…

“Indonesia – the materialistic nation of all time”

Tags: , , ,

One Response to “Ma-te-ri-a-lis-tik”

  1. ame268 Says:

    Komen yo : saya sarankan untuk mengatasinya adalah tutup mata tutup telinga … nah lo, maksude : stop thingking just action!.. Bagaimana cara memindah tumpukan segunung batu bata? Melihat gunungan batubata itu rasanya udah lemes.. maka caranya : ambil batu bata terdekat lalu pindahkan, satu persatu sampai habis.

Leave a Reply