Archive for August, 2008

Gak Kompak….

August 25, 2008

dahiku berkernyit, tanganku terkatup.

untuk kesekian kalinya…aku berada di ruangan ini…bersama dia lagi…dia seperti biasa dengan raut mukanya yang tajam dengan 2 mata besarnya memandang diriku yang sedang merasa “kecil” sekali…

“jadi sebenernya gampang kok, rein… apapun yang asalnya dari kantor, kmu hrs mentaati, kalo kmu gak mau, silahkan keluar…” katanya dengan nada halus tp dengan sukses berhasil menyayat nyaliku.

“jadi kalo kantor meminta kamu hadir lebih awal 15 menit dari jam kantor, kmu hrs datang lebih awal…” jelasnya sekali lg dengan nada datar. (more…)

Topeng Media

August 13, 2008

di suatu stasiun televisi swasta, sedang terjadi suatu wawancara secara On-Air antara sang pembawa acara dengan salah satu pembicara terkenal dalam suatu acara talkshow populer. setelah berbicara panjang lebar mengenai psikologi manusia, sang pembawa acara ingin menutup wawancara itu dengan sebuah pertanyaan yg sedikit santai dan non-formal.

“oke, pak! satu lagi yang saya tanyakan, di tengah kesibukan anda sebagai pembicara yang terkenal, pernahkah anda memasak utk keluarga anda di rumah?”

“ahaaa…ini dia!” jawab sang pembicara sambil sedikit tertawa “pertanyaan-pertanyaan model seperti ini biasanya mengandung makna yg lebih luas cakupannya”

“lebih luas? maksudnya…?” tanya sang pembawa acara heran.

“iya… hehe…krn dengan pertanyaan model ini, kita akan mengetahui secara tidak langsung bagaimana  personality seseorang itu dari jawaban yg mereka kemukakan…” jawab sang pembicara (more…)

Naughty Young Alexey Ridiger…

August 13, 2008

pada masa pemerintahan komunis soviet, di suatu lembaga pendidikan untuk anak-anak. seorang guru wanita memasuki sebuah kelas. setiap hari sang guru selalu menanamkan paham komunisme pada anak-anak didiknya. dan hari itu adalah untuk kesekian kalinya ia memberikan contoh akan paham komunisme.

“coba lihat papan tulis di depan!!!” sang guru memulai pelajarannya. “kalian bisa melihatnya atau tidak?”

“bisaaaaa….” jawab para murid serentak.

“artinya papan tulis itu ada atau tidak??” tanya sang guru.

“adaaaaa….” jawab para murid serentak.

“kalian bisa melihat kapur yg ditangan saya ini atau tidak??” tanya sang guru lagi.

“bisaaaaaa….” jawab para murid serentak.

“berarti kapur ini ada atau tidak??” tanya sang guru sekali lagi.

“adaaaa….” jawab para murid serentak.

“sekarang….” sang guru melanjutkan ” Tuhan….sekarang Tuhan…. Kalian bisa melihatnya atau tidak??”

“tidaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

“jadi…kalo kalian tidak bisa melihatnya… Tuhan itu ada atau tidak??” tanya sang guru dengan suara lantang.

“tidaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

lalu dari bangku paling belakang, Alexey Ridiger salah satu murid di kelas itu, tiba-tiba berteriak “teman-teman, Otak bu guru kelihatan atau tidak??”

“tidaaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

“berarti…. otak bu guru ada atau tidak?” sahut Alexey kembali.

“tidaaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

sang guru lalu marah dan menghukumnya berdiri di lapangan sekolah sambil mengangkat 2 buah ember berisi air.

itulah salah satu cerita masa kecil dari Alexey Ridiger, yang setelah dewasa lebih dikenal denagn sebutan Patriarch Alexius II, pemimpin kristen ortodox di Rusia.

Emangnya saya sedang apa sekarang??

August 12, 2008

coba baca cerita berikut dan ambil hikmah yang sekiranya tersirat dalam cerita tersebut….

Seorang pengusaha sukses yg bergerak di produksi ikan kaleng sedang meninjau suatu daerah di Payah Kumbuh yaitu suatu desa nelayan yg akan menjadi salah satu daerah operasional untuk perusahaannya.

Ketika dia sedang berjalan berkeliling menyusuri desa nelayan itu, dia menemukan seorang nelayan sedang tiduran di sampannya, dan dia terlihat begitu menikmatinya. sang pengusaha melihat hal itu lalu berjalan menghampiri si nelayan. sesampainya di sampan tersebut, sang pengusaha lalu mengangkat salah satu kakinya dan menopangkannya ke sisi sampan tersebut sambil memasang gaya melihat ke arah laut.

kontan saja si nelayan sedikit terkejut, krn sampannya sedikit bergoyang ketika kaki sang pengusaha menopang ke salah satu sisi sampan tersebut.

“ada yang bisa saya bantu, pak?” tanya si nelayan terheran-heran.

sang pengusaha masih bergaya memandang laut, “bantu? hohoho….sebenarnya saya ini justru mau membantu bapak” jawab sang pengusaha sambil tertawa kecil. (more…)