coba baca cerita berikut dan ambil hikmah yang sekiranya tersirat dalam cerita tersebut….
Seorang pengusaha sukses yg bergerak di produksi ikan kaleng sedang meninjau suatu daerah di Payah Kumbuh yaitu suatu desa nelayan yg akan menjadi salah satu daerah operasional untuk perusahaannya.
Ketika dia sedang berjalan berkeliling menyusuri desa nelayan itu, dia menemukan seorang nelayan sedang tiduran di sampannya, dan dia terlihat begitu menikmatinya. sang pengusaha melihat hal itu lalu berjalan menghampiri si nelayan. sesampainya di sampan tersebut, sang pengusaha lalu mengangkat salah satu kakinya dan menopangkannya ke sisi sampan tersebut sambil memasang gaya melihat ke arah laut.
kontan saja si nelayan sedikit terkejut, krn sampannya sedikit bergoyang ketika kaki sang pengusaha menopang ke salah satu sisi sampan tersebut.
“ada yang bisa saya bantu, pak?” tanya si nelayan terheran-heran.
sang pengusaha masih bergaya memandang laut, “bantu? hohoho….sebenarnya saya ini justru mau membantu bapak” jawab sang pengusaha sambil tertawa kecil.
“bapak? bantu saya? bantu gimana maksudnya?” tanya si nelayan.
“iyahh….” sang pengusaha menopangkan tangannya diatas kakinya yg bertopang pada sisi sampan “saya akan bantu bapak untuk memenuhi semua kebutuhan bapak…” jawab sang pengusaha.
“kebutuhan? kebutuhan yg seperti apa maksud bapak?” tanya si nelayan lagi.
“yah…kebutuhan hidup bapaklah… bapak maunya apa di kehidupan bapak sekarang??” sahut sang pengusaha dengan sedikit tinggi.
“maaf, pak! saya gak ngerti…?” kata si nelayan.
“begini lho, pak! maksud saya…” timpal sang pengusaha sambil menurunkan kakinya yg menopang ke sisi sampan, lalu menghadap ke arah laut.
“dulu sebelum saya sukses seperti sekarang ini, saya juga nelayan seperti bapak! tp saya tidak mau seterusnya jadi nelayan…. krn itu saya bekerja keras siang dan malam untuk memancing ikan, dan akhirnya saya mendapatkan ikan yang buaannyyyaaak sekali… saya mendapatkan byk uang dari hasil penjualan ikan saya saat itu… lalu saya akhirnya berpikir…uang hasil penjualan tersebut bisa saya jadikan modal utk membeli perahu dan menyewakannya ke nelayan lain, sehingga akan mendatangkan uang yg lebih banyak….!!”
“oh ya?” kata si nelayan.
“IYAA…!!” sahut sang pengusaha “…lalu setelah itu saya mengembangkan usaha saya dari supplier ikan mentah sampe skrg ini saya punya pabrik pengolahan ikan kalengan sendiri…dan saya skrg kaya raya, semua kebutuhan saya terpenuhi, hingga akhirnya saya bisa menikmati tidur enak….”
mendengar itu, si nelayan malah tertawa. kontan saja membuat heran sang pengusaha. “kenapa, bapak tertawa? semua yg saya ceritakan itu benar adanya….” pekik sang pengusaha sedikit emosi.
si nelayan berusaha menghentikan tawanya lalu dia berkata “maaf, pak! bukannya saya tidak percaya… saya yakin cerita bapak memang benar….hanya saja….bwahahahaha” si nelayan kemabli tertawa.
sang pengusaha mulai naik pitam “hanya saja…APA???”
“hehehe..begini, pak!” si nelayan berusaha bicara agak serius “kalo masalah kebutuhan hidup saya, sebenarnya tidak terlalu kekurangan, krn apa? saya masih bisa menghidupi istri dan 2 anak saya, saya masih sanggup membayar uang sekolah kedua anak saya, setiap hari kita makan cukup, dan satu lagi yg harus bapak tahu….”
sang pengusaha mengernyitkan dahinya “apa itu?”
lalu si nelayan melanjutkan “kalo semua kerja keras bapak itu hanya berujung pada tidur enak….tolong bapak perhatikan…emangnya saya sedari tadi sedang apa??? saya sedang tidur enak…dan saat ini bapak sedang mengganggu tidur enak saya…. jd saya minta tolong…. ganggu nelayan lain saja… saya mau tidur!” katan si nelayan sambil kembali mengambil posisi utk tidur kembali.
sang pengusaha hanya terdiam sambil melangkah pergi.