Untung ada SIM CORNER (part-2-fin)

By Hujanderas

Begitu Jam 10, segera deh gue tinggalin kerjaan dulu, sambil pamit buru-buru ama supervisor yang cmn bisa melongo. sampe disana gile aje…udah rame!! ngantri lama nih…. segera deh gue masuk, sambil pasang muka Businessman. And hanya dalam waktu sktr 10 menit, gue udah keluar sambil megang SIM baru dengan senyum selebar pisang ambon…!!!

GILE bener….setelah sejak 2 minggu lalu gue sebel ama polisi gara-gara kena tilang yang mengakibatkan STNK gue disita, skrg gue bener-bener merasa kudu angkat 2 jempol tinggi-tinggi buat para “Wereng Coklat” (sebutan polisi waktu jaman gue masih SMP). loe-loe semua dijamin gak bakal nyesel ngurus perpanjangan SIM disini, cepetnya bukan main, malah lebih lama setor uang ke bank daripada ini ngurus SIM di SIM Corner…

Bagaimana cara ngurus perpanjangan SIM di SIM Corner?

Ternyata gampang dan gak ribet, sobat! begini nih prosedurnya, pertama anda harus menuju ke meja “Formulir” untuk mengambil formulir perpanjangan SIM, disini anda akan diminta biaya administrasi sebesar Rp. 90.000.

Usahakan sebelum datang ke SIM corner anda sudah menyiapkan; KTP dan SIM lama anda beserta fotocopynya masing-masing 1 lembar, tapi jika anda lupa tidak fotocopy maka nanti KTP dan SIM anda akan difotocopy oleh petugas SIM Corner tentunya dengan tambahan biaya.

Jangan lupa untuk menyiapkan uang pas, karena petugas SIM Corner biasanya tidak menyiapkan uang kembalian, Kenapa? supaya proses pengambilan formulir tidak berlangsung terlalu lama karena harus menghitung kembalian dulu. Jika anda tidak ada uang pas, silahkan anda pecahkan uang anda di counter2 makanan atau minuman yg terdapat di Plaza.

Setelah itu anda akan diberikan Formulir beserta 2 lembar blangko dan sebuah map. 2 blangko tersebut adalah blangko asuransi, satu adalah tanda terima bank (rangkap 4) blangko satunya (berwarna kuning) adalah surat keterangan pemohon, isi nama dan alamat anda pada kedua blangko tersebut. Lalu isi formulir perpanjangan SIM, jika ada yang tidak jelas silahkan anda bertanya pada petugas di meja “Registrasi”.

Setelah anda selesai mengisi semuanya, masukkan formulir dan kedua blangko tersebut ke dalam map dan berikan pada petugas di meja “Registrasi”. Dari meja “Registrasi” anda akan diarahkan ke petugas tes kesehatan, tentunya untuk tes kesehatan. Berhubung waktu gue ngurus, petugas tes kesehatannya lagi break, gue langsung aja disuruh nunggu di ruang tunggu. tapi kata nyokap gue, tes kesehatannya berupa tes mata dan sedikit wawancara tentang sejarah kesehatan pemohon.

Di ruang tunggu, gile bener…ajib, bro…!! tempatnya dingin, kursinya empuk, PLUSS!!… ada LG Flatron di dinding yang nayangin siaran TV Kabel, waktu itu, kebetulan lagi nyiarin laga Liga champions Porto VS Man Utd…..!!

Gak sampe 2 menit, tiba-tiba nama gue dipanggil, ternyata untuk foto dan pengambilan sidik jari. Di depan ruang tunggu ada 3 meja untuk pengambilan foto dan sidik jari. Jadi bisa melayani 3 org sekaligus, pdhl antrian waktu itu cmn 2 org, gue ama anak kuliahan di samping gue, yang lagi sms2an ama ceweknya (kok tahu ama ceweknya??).

Setelah foto dan sidik jari, kita akan diperlihatkan preview SIM-nya pada monitor dan kita diminta untuk mengecek semua data pada SIM tersebut udah bener apa belom? kalo sudah bener, maka SIM tersebut akan lsg dicetak.

Baru semenit gue duduk, nama gue udah dipanggil lagi, kali ini untuk ngambil SIM baru yang udah dicetak. tuhh…cepet kan??

Kok bisa cepet gitu?? mau tahu alasannya? begini…

Di SIM Corner semua kegiatan administrasi telah terkomputerisasi dan centralized. Di meja Registrasi, data pemohon akan dimasukkan ke dalam komputer untuk dilakukan pengecekan apakah data pemohon terdaftar pada database pemilik SIM.

Jika terdaftar maka secara otomatis, data pemohon akan diteruskan ke Komputer pengambilan Foto dan Sidik Jari dengan sistem Queue (antrian), sehingga gak sampai 5 menit nama kita sudah muncul di komputer pengambilan foto dan sidik jari, mirip seperti antrian nomor di bank-bank.

Setelah pengambilan foto dan sidik jari, maka hasilnya bisa langsung dicetak, ini karena komputer pengambilan foto dan sidik jari terhubung secara LAN (local area network) dengan printer cetak SIM. Sehingga ketika tombol “Print” ditekan pada komputer pengambilan foto dan sidik jari, printer akan langsung mencetak SIM-nya secara real-time.

Dan keseluruhan proses mulai dari Registrasi sampe cetak SIM tersebut hanya memakan waktu kurang dari 10 menit….

Akan tetapi proses bisa jadi lama jika pada saat registrasi data pemohon tidak muncul pada database pemilik SIM. wah kalo itu terjadi bisa-bisa disuruh ngurus SIM baru di Colombo…

So, sobat..daripada susah mending gunakan aja fasilitas SIM Corner ini, dijamin gak nyesel deh… sekali lagi, salut atas kinerja kepolisian Surabaya…keep up the good work…!!!

skrg tinggal ngurus surat tilang di pengadilan untuk ngambil STNK….hiks :(

Tags: , , , , ,

Leave a Reply