Archive for the ‘Humor’ Category

Naughty Young Alexey Ridiger…

August 13, 2008

pada masa pemerintahan komunis soviet, di suatu lembaga pendidikan untuk anak-anak. seorang guru wanita memasuki sebuah kelas. setiap hari sang guru selalu menanamkan paham komunisme pada anak-anak didiknya. dan hari itu adalah untuk kesekian kalinya ia memberikan contoh akan paham komunisme.

“coba lihat papan tulis di depan!!!” sang guru memulai pelajarannya. “kalian bisa melihatnya atau tidak?”

“bisaaaaa….” jawab para murid serentak.

“artinya papan tulis itu ada atau tidak??” tanya sang guru.

“adaaaaa….” jawab para murid serentak.

“kalian bisa melihat kapur yg ditangan saya ini atau tidak??” tanya sang guru lagi.

“bisaaaaaa….” jawab para murid serentak.

“berarti kapur ini ada atau tidak??” tanya sang guru sekali lagi.

“adaaaa….” jawab para murid serentak.

“sekarang….” sang guru melanjutkan ” Tuhan….sekarang Tuhan…. Kalian bisa melihatnya atau tidak??”

“tidaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

“jadi…kalo kalian tidak bisa melihatnya… Tuhan itu ada atau tidak??” tanya sang guru dengan suara lantang.

“tidaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

lalu dari bangku paling belakang, Alexey Ridiger salah satu murid di kelas itu, tiba-tiba berteriak “teman-teman, Otak bu guru kelihatan atau tidak??”

“tidaaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

“berarti…. otak bu guru ada atau tidak?” sahut Alexey kembali.

“tidaaaaaakkkk….” jawab para murid serentak.

sang guru lalu marah dan menghukumnya berdiri di lapangan sekolah sambil mengangkat 2 buah ember berisi air.

itulah salah satu cerita masa kecil dari Alexey Ridiger, yang setelah dewasa lebih dikenal denagn sebutan Patriarch Alexius II, pemimpin kristen ortodox di Rusia.

Salah Satu Cara Merumuskan Wanita

April 23, 2008

rumus wanita

Katakan dengan Bunga…!!

April 10, 2008

say it with flowers….

kira-kira begitulah pepatahnya. sering digunakan sebagai symbol utk menyatakan rasa cinta dari yg memberikan ke yg diberikan. dan selama ini sudah menjadi tren di seluruh dunia. bahkan sering di iklankan di media massa dan elektronik.

tapi tahukah anda ironi dari pepatah tersebut? ….semua bunga yg dipetik dari tangkainya akhirnya MATI. terlepas dari makna yg ingin diutarakan, sebenarnya “say it with flower” secara tidak sengaja menjadi suatu kampanye utk membunuh tanaman, dalam hal ini adalah bunga. sebuah riset badan pertamanan dan peduli lingkungan di Melbourne, Australia, mengatakan, dalam setiap harinya taman kota kehilangan 3-5 tangkai bunga. dan jumlah itu bisa meningkat 2 kali lipat di hari sabtu dan minggu, dan bisa 5-10 kali lipat di hari valentine…!!!

bayangkan berapa jumlah bunga yg mati di seluruh dunia, jika hari valentine telah tiba…???

memang ada oknum yg dengan kreatif mengantisipasi hal ini dengan menciptakan bunga palsu atau bunga buatan. tapi semakin maju jaman, semakin maju pula pengertian para wanita akan bunga palsu, yaitu ;

bunga palsu berarti cinta juga palsu.

maka kembalilah manusia ke asal muasalnya dimana dengan menggunakan bunga asli dinilai lebih natural dan romantis. sebagai wujud akan cintanya yg juga asli (terlepas dari benar tidaknya hal itu).

maka saya pikir-pikir, kalo untuk menyatakan perasaan cinta, kita dibenarkan utk membunuh suatu makhluk hidup, kenapa harus berhenti dengan bunga saja.

lain kali jika valentine tiba, cobalah alternatif lain, misalnya…

hai, sayang…aku cinta kamu, nih aku bawakan bangkai tikus

mau coba ?